Oleh: Rudy | Agustus 29, 2007

Ujian Lisan Law Master Degree

Hari Selasa tanggal 28 agustus 2007 adalah jadwal untuk menghadapi ujian lisan law master degree di Kobe University. Reminder untuk hari ini sudah jauh-jauh hari saya pasang di tiap tempat yang bisa digunakan untuk reminder: laptop, agenda, mobile phone, dan kalender.

 

Sehari sebelumnya, tanggal 27 agustus 2007: sudah saya rencanakan untuk mereview thesis saya untuk persiapan keesokan harinya dan saya bersyukur bahwa rencana ini berhasil saya lakukan meskipun menurut saya pribadi tidak sempurna. Menghadapi ujian kali ini memang saya rasakan anti klimak, kurang darah dan lesu tidak bertenaga. Jarak pengumpulan thesis dan ujian yang berselang satu bulan lebih yang menjadi kambing hitam atas kondisi saya tersebut.

 

Malam hari tanggal 27 agustus 2007, saya menetapkan untuk tidur lebih awal supaya kondisi fit dan segar untuk bertarung dengan para penguji. Jam sebelas malam saya sudah mematikan lampu dan berbaring untuk tidur namun badan saya sampai jam 2 malam tidak bisa juga diajak untuk tidur, sudah berbagai macam cara saya lakukan mulai menghitung domba dan sejenisnya cuma apa mau dikata nih badan belum juga mau beristirahat. Akhirnya setelah jam setengah 4 pagi barulah saya bisa memejamkan mata.

 

Tanggal 28 agustus 2007 pagi, pukul 6 pagi saya sudah terbangun dan bersiap-siap. Saya putuskan untuk berangkat awal ke kampus untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Awalnya saya tidak merasakan nervous sama sekali, namun detik-detik menjelang ujian badan saya secara tidak sadar memberitahukan kondisi saya yang nervous dan stress. Mual dan sejenisnya menyertai detik-detik menjelang nama saya dipanggil untuk diuji oleh para professor yang kepintarannya sudah tidak perlu diragukan lagi.

 

Akhirnya tibalah giliran saya untuk diuji apakah layak mendapatkan gelar LL.M atau tidak. Dua pertanyaan dan tiga komentar merupakan syarat bagi saya untuk lolos dari ujian, dan didepan tiga orang pintar dibidang pemerintahan daerah, ekonomi pembangunan, dan pembangunan hukum, saya memberikan jawaban dan tanggapan sesuai kemampuan saya. Ujian kali ini sangat berbeda dengan saat S1 dulu, pertama karena pengujinya kali ini semuanya professor dan kedua adalah jenis pertanyaannya. Kali ini para penguji lebih fokus pada metodologi dan konsep dibanding permasalan teknis dan semuanya adalah pertanyaan dan komentar yang sangat tajam dan mengena.

 

Dua puluh menit berlalu dan tidak ada tambahan pertanyaan dan komentar, artinya adalah sudah cukup saya diuji dan dinyatakan selesai. Setelah saya keluar ruangan, pikiran dan badan saya masih kaku. Entah bagaimana rasanya sulit dijelaskan, dua tahun perjuangan saya di Kobe University selesai dan sesudahnya rasa lega dan lelah. Kelelahan akhirnya menyelimuti seiring menghilangnya ketegangan saya.

 

 



Beri tanggapan

Your response:

Kategori