Hari ini tidak ada yang istimewa, bangun siang–ngebetulin thesis gua–nyanyi-nyanyi dikit untuk persiapan showdown karaoke semalam suntuk sama teman kampus–baca buku anjuran sensei dan anjuran finder apple gua–n akhirnya gua berangkat untuk kursus nihonggo, alhamdulillah tahun kedua ini ada perkembangan significan untuk urusan nihonggo (ngapain aja lu selama setahun ini he he) soalnya sekarang khan agak lowong karena kuliah tinggal sedikit….
Seperti biasa juga (garing amat hidup gua yah) gua naik bus turun bus–naik kereta turun kereta–naik eskareta turun eskareta ampe akhirnya gua naik bus lagi he he sempet juga gua beli roti kismis di koln untuk ngemil di depan ryugakusei senta (buset ngemilnya roti bantal).
Nah di bus terakhir inilah pengalaman ini terjadi–deg-degan gak lu bacanya ha ha. Nah untuk intro gua kasi dulu penjelasan dikit. Tiap Kota di Jepang punya bus kota milik pemda, nah di kobe tempat gua tinggal ini, pemdanya juga punya bus kota warnanya ijo kursinya juga ijo tekikennya juga ijo, supirnya doank yang gak pake baju ijo–takut dikira hansip kali yee. Bus kota kepunyaan Kobe-Shi ini ada dua tipe, yang satu adalah non step bus dan satunya biasa. Non step bus ini karakteristiknya gak ada tempat injekan kaki yang berbentuk tangga pas mau naik–memang ini diperuntukkan untuk orang cacat yang memakai kursi roda.
Nah sampai tadi siang gua belum pernah lihat orang cacat pake kursi roda naik bus, paling cuma liat manualnya aja di dinding bus kota. Nah siang ini akhirnya gua lihat dapat juga pengalaman ini. Saat itu seperti biasa gua menanti bus menuju arah rokko dai tempat padepokan gua berlatih nihonggo, n bus terlambat tidak biasa n memang si bus kagak terlambat.
Bus dengan no 36 datang, n pintu terbuka n masuklah gua… eh ternyata di dalamnya ada pak de jepun pake kursi roda. Kursi roda si pakde diikat dengan tali yang khusus dari 4 penjuru ditempat yang biasanya terdapat 2 kursi penumpang, kursi penumpang tersebut dilipat rapi menyamping. Tak lama kemudian pak supir mematikan bus dan turun untuk ngurusin si pakde. Dengan telatennya pak supir melepas ikatan yang mengikat kursi roda dari empat penjuru. Setelah itu pak supir membuka semacam papan otomatis dari dalam ujung bodi pintu keluar sebagai jalan bagi kursi roda pak de itu. Nah meluncurlah pakde jepun dengan kursi rodanya keluar dari bus. Pak supir dengan rapi mengembalikan tali ke penyimpanannya di body bus dan mengembalikan 2 kursi penumpang yang dilipat ke posisi semula. Betapa public service di Kobe benar2 menyentuh tiap golongan masyarakat sampai penyandang cacat sekalipun.
N kemudian berangkatlah bus menuju padepokan rokko… pak supir pak supir ayo bawa saya….
Rudy… late night





